sore ini

sore ini

sore ini

aku melihatmu

sekali lagi

kau ajak aku bicara

meskipun hanya sekedar basa basi

sore ini

aku melihatmu

berlari kesana kemari

yang rupanya mencari payung

sore ini

aku melihatmu

diantara puluhan biru

kau lah objek favoritku

sore ini pula

aku melihatmu

dan kau

melihatnya

AH

AH

Ah
Manis juga ucapanmu itu
Hangat pula uluran tanganmu itu
Ah
Kau beri aku jeruk
Keripik talas
Pun air putih
Ah
Nyatanya
Kau usik aku sana sini
Bergumam
Berbisik
Menggonggong
Di kursi pojokan
Di Sudut ruangan
Di lorong
Di atas kasur
Ah
Yang dianggap arti
Topeng lebih-lebih
Pertanyaanya:
Dimanakah ketulusan jiwa?

Bahasa Alam

Bahasa Alam

fajar mulai mengintip dari rahimmu

dalam subuh ku meraba

mencari pagi, agar bertemu matahari

pun, gemercik air yang tenang

begitu merasuk kalbu

lambaian dedaunan, embun di atasnya

mengiringiku berjalan tuk mengambil wudhu

sungguh,

kalau ada kata yang maknanya lebih dari dingin

itulah yang ku rasakan

 

seseorang menyentilku

“lihat kemana arah asap itu, kau akan temuukan jalan”

yha…

saat itu aku tersadar

asap, awan, daun, batang, tanah,

dan segala yang ada di alam memiliki berbahasa

mereka berbahasa

mereka berinteraksi

dan hanya secuil dari jutaan manusia

mengerti akan itu

yha… begitulah

inteligensi semesta

yang mungkin tak bisa dirubah

menjadi kata

27 Agustus 2016

“Toba”

“Toba”

Tulisan inii saya buat pada pukul 20.15 jadi saya ucapkan selamat malam hehe 🙂

Oke, kali ini saya akan membahas sedikit tentang Danau Toba. Kenapa harus Danau Toba?

Jadi begini, saat saya sedang kuliah dengan matkul yang bernama “Mitigasi dan Manajemen Bencana”, dosen saya membahas sekilas mengenai Danau Toba. Beliau berkata bahwa Danau Toba berasal dari Gunung Toba, yaitu gunung supervulkanik yang meletus sebegitu dahsyatnya sekitar 73.000 – 75.000 tahun silam. Letusan Gunung Toba ini membuat kerusakan hingga setengah dari permukaan bumi benar-benar hancur. Keren bukan? hehe. Yang alhasil dari letusan tersebut terbentuklah cekungan yang sangat besar, kian lama kian penuh terisi oleh air sehingga jadilah Danau Toba “tekto-vulkanik” yang sekarang, dengan mangma yang terus menekan ke atas sehingga terbentuklah Pulau Samosir. Dosen saya mengatakan bahwa Toba ini memiliki siklus sekitar 70.000an tahun, sehingga kemungkinan dekat-dekat ini Toba akan meletus lagi. Oke, Pak, saya jadi takut 😀 .

Naaah, karena itu saya jadi penasaran seperti apa sih Toba ini, akhirnya saya mulai mencari-cari di youtube video mengenai meletusnya Gunung Toba iniii, dan setelah saya lihaaaaattt, waaaw Sungguh besar kuasa Tuhan dengan merombak alam yang sedemikian rupa, merapihkannya kemudian mempercantiknya hingga bisa kita tempati seperti saat ini. Dan katanya, air di Danau Toba mulai surut, apakah seperti itu? tentu saja tidak. sebenarnya bukan airnya yang surut tetapi magma yang ada di bawah Danau Toba ini terus menekan naik sehingga mengakibatkan naiknya daratan di sekitar Danau Toba. Inilah tanda-tandanyaa ehehhe. Kalau diberi kesempatan saya ingin mengunjungi Danau Toba, dan menikmati keindahan Pulau Samosir, selain itu juga ingin mengunjungi tempat di Sumatera Utara yang bernama Pusuk Buhit dan Sianjur Mula-mula. kenapa? yaaa nama-nama tempat itu saya dapatkan saat saya membaca novel gelombang karya Dee Lestari jadi saya begitu penasaran wkwkwk. Doakan saja yaaa 😀